2PA04_Tugas 2_Kelompok 6_Pengantar Internet : Aspek Psikologis dari Individu Pengguna Internet Berdasarkan Usia
Aspek Psikologis dari Individu Pengguna Internet
Banyak sekali terjadinya fenemona identitas diri melalui internet
secara identitas nyata maupun identitas virtual yang memungkinkan
individu mengubah sama sekali identitas nyatanya ke sebuah identitas
lain yang sifatnya virtual dan karakteristik seseorang indvidu.
Saat ini banyak sekali jejaring sosial yang bermuculan, seperti
Facebook, Twitter, Path, Instagram dan lain-lain. Banyak orang yang
mengunakan identitas palsu atau bisa disebut anonim untuk mendaftrakan
diri / menjadi penguna aktif dari salah satu jaringan sosial. Antaralain
faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas palsu adalah
untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri.
Dimana seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui
oleh orang lain siapa dia sebenarnya.
Karakteristik seseorang akan telihat berbeda, ketika dia berada didunia
nyata dengan saat dia berada di jejaring sosial. Saat didunia nyata
mungkin dilihat karakternya sangat pendiam dan tidak mudah bergaul atau
tidak asik untuk diajak berbicara, namun lain halnya saat didunia maya.
Karakter dia menjadi anak yang mudah bergaul dan asik untuk diajak
bebicara.
Dalam jurnal ini paparkan oleh Vivi Sahfitri bahwa : Berdasarkan hasil
pembahasan dan analisa yang telah dilakukan serta sesuai dengan maksud
dan tujuan penelitian, maka diambil kesimpulan sebagai berikut :
- Berdasarkan uji korelasi dan regresi diperoleh fakta bahwa secara parsial tidak ada hubungan atau pengaruh yang signifikan antara Variabel pemanfaatan e-learning terhadap Prestasi belajar mahasiswa. Pada Kondisi ini dapat dijelaskan secara sendiri-sendiri atau parsial tidak terdapat pengaruh pemanfaatan e-learning terhadap prestasi belajar Mahasiswa.
- Pengaruh secara parsial dari variabel pemanfaatan e-learning dengan kemampuan pemahaman mahasiswa berdasarkan uji yang telah dilakukan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Pada Kondisi ini dapat dijelaskan secara sendiri-sendiri atau parsial terdapat pengaruh pemanfaatan e-learning terhadap kemampuan pemahaman mahasiswa.
- Hasil pengujian regresi yang dilakukan secara bersama-sama atau uji serentak di peroleh hasil bahwa Pengaruh secara bersama dari variabel pemanfaatan e-learning dengan Prestasi belajar mahasiswa dan kemampuan pemahaman Mahasiswa menunjukkan pengaruh yang signifikan dan positif.
Dalam Jurnal Perilaku Penggunaan Internet pada Kalangan Remaja di Perkotaan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Astutik Nur Qomariyah,
mengenai perilaku penggunaan internet pada kalangan remaja di perkotaan
dengan berdasarkan pertanyaan penelitian yang telah diajukan, maka
peneliti dapat menyimpulkan tiga hasil temuan penelitian. Yaitu :
Pertama, usia responden saat pertama kali mengenal dan menggunakan
internet ialah 12 tahun. Rata-rata saat itu mereka telah memasuki kelas
VII SMP, dimana tugas-tugas sekolah yang diberikan mulai mengharuskan
mereka mencari sumber atau bahan-bahannya di internet sehingga mereka
dituntut harus bisa menggunakan internet. Sebagian besar remaja
perkotaan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa teman sebaya (peer
groups) dijadikan sebagai sumber belajar pertama kali berinternet bagi
mereka, baik untuk bisa melakukan aktivitas-aktivitas intenet tertentu
yang lebih bersifat kesenangan (seperti: chatting, bermain game online,
membuat account di salah satu situs social networking atau bahkan
mengunjungi situs-situs pornografi) maupun membantu mereka untuk
kepentingan akademis yakni mencari bahan atau sumber untuk menyelesaikan
tugas sekolah.
Berdasarkan aspek intensitas penggunaan internet, sebagian besar remaja
perkotaan lebih sering mengakses internet di warnet meskipun di sekolah
mereka terdapat fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan secara free
(baik di laboratorium komputer atau perpustakaan sekolah). Frekuensi
internet yang digunakan bagi remaja perkotaan yang sering mengakses
internet di rumah cenderung lebih sering dengan durasi setiap kali
mengakses internet lebih lama dibandingkan dengan remaja perkotaan yang
sering mengakses internet di tempat lainnya, seperti: warnet, sekolah
atau wifi area. Dari jumlah waktu penggunaan internet per bulan
menunjukkan bahwa pada umumnya kalangan remaja di perkotaan yang sering
mengakses internet di rumah termasuk dalam kategori heavy users
(pengguna internet yang menghabiskan waktu lebih dari 40 jam per bulan).
Sedangkan remaja di perkotaan yang sering mengakses internet di warnet
dan memanfaatkan wifi area publik sebagai tempat akses internet mereka
dikategorikan sebagai medium users (pengguna internet yang menghabiskan
waktu antara 10 sampai 40 jam per bulan). Sementara itu, bagi remaja di
perkotaan yang sering mengakses internet dengan memanfaatkan layanan
internet yang tersedia di sekolah menunjukkan bahwa pada umumnya mereka
tergolong sebagai light users(pengguna internet yang menghabiskan waktu
kurang dari 10 jam per bulan).
Kalangan remaja di perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat
dimensi kepentingan, yaitu informasi (information utility), aktivitas
kesenangan (leisure/fun activities), komunikasi (communication), dan
transaksi (transactions).
Pengaruh Usia
Internet juga membawa pengaruh yang signifikan bagi semua kalangan.
Oleh karena itu, tidak hanya orang dewasa saja yang sudah mengenal
internet tapi anak-anak juga, bahkan mereka sudah bisa menggunakannya
secara langsung.
Sebenarnya internet memberikan fungsi secara berlawanan, khususnya bagi
anak-anak karena di satu sisi internet memberikan dampak positif namun
di sisi lain terdapat dampak negatifnya.
Jika dilihat dari sisi positif,dunia internet sangat berarti bagi
anak-anak karena dengan internet anak bisa mencari ilmu pengetahuan atau
informasi apa saja dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa ada
batasan jarak dan waktu. Selain itu manfaat lain dari internet adalah
anak-anak bisa berlatih surat-menyurat dalam bentuk email, saling
berbincang atau berkomunikasi dengan yang lainnya dan bisa menambah
teman dari berbagai belahan dunia, juga dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan semangat belajar pada anak misalnya dengan memanfaatkan
software yang menarik agar minat belajar anak tersebut menjadi tergugah.
Disamping lain internet juga terdapat sisi negatifnya. Kebanyakan dari
anak-anak memiliki rasa ingin tahu dan penasaran yang sangat besar
terhadap apa yang baru mereka kenal atau temui. Bisa saja tanpa sengaja
seorang anak membuka sebuah situs orang dewasa yang tidak layak mereka
lihat. tentunya itu dapat berakibat buruk pada anak tersebut dan mungkin
mempengaruhi perkembangannya. Selain itu dampak negatif lain adalah,
anak bisa kecanduan internet atau game online yang akan membuat anak
tersebut menjadi malas dan tidak mengenal waktu. Jadi seharusnya
anak-anak diberikan pengawasan dari orang tua dalam menggunakan
internet, sehingga anak dapat diarahkan ke-hal yang lebih positif dan
dapat terhindar dari dampak negatif.
Pemanfaatan Internet tentu harus di sesuaikan dengan tingkat usia anak.
Usia anak SD rata-rata berkisar antara 7-13 tahun. Dan tingkatan itu
semua memiliki cara penanganan yang berbeda. Berikut tahap pengenalan
Internet pada anak sesuai tingkat usianya:
USIA 4 S/D 7 TAHUN
Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun
demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika
anak menggunakan Internet. Dalam usia ini, orang tua harus
mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh
dikunjungi, berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk
mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya
untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak.
USIA 7 S/D 10 TAHUN
Dalam masa ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di
luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana faktor pertemanan dan
kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan
seorang anak. ada masa ini, fokus orang tua bukanlah pada apa yang
dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet.
USIA 10 S/D 12 TAHUN
Pada masa pra-remaja ini, anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman
dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet
untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan
dengan hobi mereka. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan
konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua yang
dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat, sebagaimana belum
tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif.
USIA 12 S/D 14 TAHUN
Inilah saat anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosialnya. Bagi
yang menggunakan Internet, kebanyakan dari mereka akan tertarik dengan
online chat (chatting). Masa ini merupakan masa yang tepat bagi
kebanyakan orang tua untuk bercerita dan berbagi informasi tentang
hal-hal seksual kepada anaknya. Tetapi di sisi lain, pemasangan software
filter secara diam-diam ataupun tanpa persetujuan sang anak, bisa
berdampak pada timbulnya resistansi sang anak kepada orang tua.
USIA 14 S/D 17 TAHUN
Masa ini adalah masa yang paling menarik dan menantang dalam kehidupan
seorang anak remaja dan orangtua. Seorang remaja akan mulai matang
secara fisik, emosi dan intelektual. Mereka haus akan pengalaman yang
terbebas dari orangtua. Ikatan-ikatan dengan keluarga tidak terlalu
diperketat lagi, tetapi tetap tidak menghilangkan peranan pengawasan
orangtua.
DAFTAR PUSTAKA
http://fairsalina.blogspot.co.id/2013/12/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.htmlhttps://worldalternativeenergy.wordpress.com/2013/11/09/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-intrapersonal-3-aspek-psikologis-dari-individu-pengguna-internet-dan-aspek-demografis-dari-individu-pengguna-internet/
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

terima kasih lia dan teman- teman, postingan yang disajikan sangat menarik dan membantu dalam pemahaman materi di mata kuliah psikologi & teknologi internet :)
BalasHapusMenurut saya postingan ini sudah cukup bagus. Penulisan materi yang jelas dan mudah dimengerti
BalasHapuspostingannya sudah bagus, sudah lengkap gambarnya tetapi masih terlalu rapat dalam penulisannya. terimakasih
BalasHapusmaterinya sudah cukup lengkap dan penulisannya juga sudah cukup rapih.materinya pun mudah untuk dipahami
BalasHapus