#SIP CBIS, DATA, SISTEM PAKAR & ARTIFICIAL INTELLIGENCE

CBIS (Computer Based Information System)


1.    Definisi CBIS
Menurut Wahyudi & Subando (2001) Computer Based Information System (CBIS) atau sistem informasi berbasis komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Menurut Laudon dan Laudon (2008), CBIS adalah sistem informasi berbasis komputer untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan peranti keras dan lunak. 
Menurut Sihete (2014), Computer Based Information System (CBIS) adalah sistem informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Sistem informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi.
Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer yaitu sistem pengolah data yang dapat digunakan sebagai alat pengambilan keputusan yang mengandalkan peranti keras dan lunak dan memainkan peran penting dalam sebuah sistem informasi.

2.    Evolusi CBIS


a.    Berfokus pada Data (SIA)
          Nama aplikasi sistem ini pada awalnya adalah pengolahan data elektronik atau Electronic Data Processing (EDP), kemudian berubah menjadi Data Processing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Menurut Amsyah (2005), pengolahan data terpadu (EDP) adalah alat untuk pengolah bantu bagi unit-unit informasi yang memerlukan pengolahan data yang banyak, rumit, dan bentuk hasil informasi yang beragam. Pelayanan terpadu adalah  pelayan informasi untuk keperluan masyarakat umum. Dikatakan terpadu karena pelayanan tersebut merupakan paduan kerja sama semua unti dalam organisasi yang kegiatannya berkaitan dengan pelayanan umum.
          SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, menyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing. Terdapat empat tugas dasar pada SIA diantaranya yaitu; pertama, pengumpulan data. Kedua, manipulasi data pengklasifikasian, penyortiran, perhitungan, pengikhtisaran, penyimpan dokumen. Ketiga, penyimpanan data dan yang terakhir penyiapan data.

b.    Berfokus pada Informasi (SIM)
Menurut Kertahadi (dalam Fatta, 2007) Sistem Infromasi Manajemen (SIM) adalah suatu alat untuk menyajikan informasi dengan cara sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerima. Menurut Murdick dan Ross (dalam Fatta, 2007) tujuannya adalah untuk menyajikan informasi guna pengambilan kepurtusan pada perencanaan, pemrakarsaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan, dan menyajiakn sinergi organisasi pada proses.
Secara teknis peran SIM dalam CBIS meliputi empat tahapan diantaranya yaitu; pertama input, perkakas input berfungsi menyediakan data mentah ke komputer sistem. Kedua pengolahan, data yang telah diinput kemudian diolah tau diproses oleh CPU sesuai dengan instruksi-instruksi yang diberikan oleh perangkat lunaknya. Ketiga penyimpanan, pada saat komputer menjalankan fungsinya, ia mengalirkan dan menyimpan data dalam ruang elektronik yang disebut memori. Dan yang terakhir output, setelah informasi diperoleh, informasi tersebut diberikan kepada perangkat output.

c.    Berfokus pada Penunjang Keputusan (SPK)
Sistem Penunjang Keputusan (SPK) merupakan sistem komputer yang interaktif yang membantu pembuat keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data & model untuk memecahkan masalah yang tidak terstuktur. Sistem pendukung keputusan atau Decision Support System (DSS) adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi dan manipulasi data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi yang tidak terstruktur di mana tak seorangpun tau secara pasti bagaimana sesuatu seharusnya di buat. Terdapat beberapa karakteristik SPK diantaranya yaitu; adaptability, flexibility, user friendly, support intelligence, design, choice dan effectiveness.

d.   Berfokus pada Komunikasi (Otomatisasi Kantor)
Pada waktu DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada otomasisasi perkantoran atau Office Automation (OA). Aplikasi OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem, fax, word processing, e-mail, dan dekstop publishing. Otomatisasi kantor sendiri berfungsi untuk memudahkan komunikasi serta meningkatkan kinerja melalui penggunaan alat-alat elektronik.  Kemudian, tujuan dari otomatisasi kantor sendiri adalah untuk menghindari biaya yang mahal, problem solving pada kelompok, dan memberikan kontribusi untuk komunikasi antar manajer.

e.    Berfokus pada Konsultasi
Sistem ini disebut juga sebagai sistem pakar (expert system) yang adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. 
Menurut Taufiq (2013), sistem pakar secara umum adalah suatu sistem komputer yang bisa bekerja menyerupai pakar. Sistem ini didesain dengan cara mencari keilmuwan-keilmuwan pakar lalu keilmuwan tersebut diaplikasikan dalam komputer melalui bahasa pemrograman. Menurut Kusrini (2008), sistem pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikiran oleh pakar. Pakar yang dimaksud di sini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam.
Terdapat empat komponen sistem pakar diantaranya yaitu; pertama user interface, memungkinkan pemakai untuk dapat berinteraksi dengan sistem pakar. Kedua knowledge base, menyimpan pengetahuan gabungan yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Ketiga inference engine, memberi kemampuan penalaran yang menginterpretasikan isi dari knowledge base. Dan yang terakhir development engine, digunakan oleh ahli dan analisis sistem untuk menciptakan sistem pakar.

DATA


1.    Hierarki Data
Hierarki data adalah urutan sebuah data. Hierarki membentuk sesuatu pada beberapa aturan yang khusus atau berdasarkan peringkat (misalnya kompleksitas dan tanggung jawabnya). Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hierarki, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling komplek. Konsep pewarisan (inheritance) merupakan prinsip hierarki ini, dimana metode atau atribut yang ditentukan dalam sebuah objek kelas dapat diwariskan atau digunakan lagi oleh objek kelas lain di bawahnya. Satu sistem dapat mempunyai abstraksi hierarki yang banyak, contohnya: aplikasi financial, kita dapat mempunyai tipe-tipe pelanggan dan simpanan yang berbeda-beda.
Hierarki data itu sendiri dalam proyeksinya tehadap penggunaan di komputer, merupakan bagian-bagian yang saling mnghubungkan satu sama lainnya untuk membentuk suatu kumpulan informasi yang disajikan sebagai alat penggunaan yang memiliki fungsi informasi yang berbeda-beda. Menurut Kadir (2003) secara tradisional, data diorganisasikan ke dalam suatu hierarki yang terdiri atas elemen data, rekaman, dan berkas (file). Hierarki data juga dibagi atas enam tingkatan, diantaranya yaitu:
a.    Bit
Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
b.    Byte
Byte adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi 8 bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010. Jadi, byte adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (=2 pangkat 8).
c.    Field atau Kolom
Field merupakan sekumpulan byte yang memiliki makna. Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Contoh: Joni yang merupakan field nama. Jadi, field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
d.   Record atau baris
Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Jadi, record ibarat kumpulan kata yang membentuk satu kalimat yang berarti.
e.    File atau tabel
File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris atau record yang membentuk satu tabel yang berarti, misal gambar 2 mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.
f.     Database
Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu. Contoh suatu database adalah database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistim informasi akademik.

2.    Penyimpanan Data Sekunder (DASD/SASD)


a.    DASD
Direct Access Storage Device (DASD) adalah mekanisme baca atau tulis yang diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urut. Komputer mikro memiliki disk drive dan hard disk. Contoh: Magnetic Disk, Floppy Disk, Mass Storage. DASD memiliki mekanisme membaca dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam medium penyimpanan. Magnetic disk adalah simpanan luar yang terbuat dari satu atau lebih piringan yang bentuknya seperti piringan hitam yang terbuat dari metal atau dari plastik dan permukaanya dilapisi dengan lapisan magnet iron-oxide. Disk magnetik yang terbuat dari plastik yang terdiri dari sebuah piringan saja disebut dengan floopy disk, yaitu micro disk dan mini disk, sedangkan yang terbuat dari metal dan terdiri dari banyak piringan disebut hard disk.

b.    SASD
Serial (sequential) Access Storage Device (SASD) adalah penyimpanan berurutan (sequential storage) adalah suatu organisasi atau penyusunan data di suatu medium penyimpanan yang terdiri dari satu catatan mengikuti satu catatan lain ke urutan tertentu. Misalnya, catatan pegawai disusun dalam urutan nomor pegawai. Bila sistem penyimpanannya berurutan yang digunakan, data pertama harus diproses pertama, kedua diproses kedua, dan seterusnya sampai akhir file itu tercapai. Sebagian media penyimpanan komputer hanya dapat memproses data yang disusun secara berurutan. Contoh: Magnetic Tape, Punched Card, Punched Paper Tape. Magnetic tape dibuat dari pita plastik tipis yang dilapisi dengan lapisan magnet iron-oxide berwarna merah kecoklatan. Tape terdiri atas 9 track, 8 track dipakai untuk merekam data dan track yang ke 9 untuk koreksi kesalahan. Salah satu karakteristik yang penting dari magnetic tape ini adalah density (kepadatan) dimana data disimpan. Density adalah fungsi dari media tape dan drive yang digunakan untuk merekam data ke media.

3.    Pemrosesan Data (Batch, Online, Real Time)
a.    Batch
Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses. Tujuan dari sistem ini adalah untuk memperbarui tiga file master; persedian, piutang, dan analisis penjualan. Perusahaan biasanya memperbarui file batch mereka secara harian, yang disebut sikulus harian. Untuk memproses set besar data dengan cara tertentu, secara otomatis, tanpa perlu campur tangan pengguna. Hal ini bisa terjadi pada akhir hari kerja, misalnya, ketika kapasitas komputasi yang tidak diperlukan untuk tugas-tugas lainnya.
Manfaat dari batch processing ini yaitu pertama, memberikan sarana kontrol atas pemrosesan transaksi, keakuratan proses tersebut dapat dibentuk dengan secara periodik merekonsiliasi kelompok transaksi dengan angka kontrol. Kedua, dapat menggeser waktu pemrosesan pekerjaan untuk saat sumber daya komputasi kurang sibuk. Dan yang ketiga, memungkinkan untuk melakukan tugas-tugas yang berulang-ulang pada sejumlah besar potongan-potongan data dengan cepat tanpa perlu pengguna untuk memonitor. Sedangkan kelemahan dari pemrosesan ini yaitu, manajemen tidak selalu memiliki informasi mutakhir yg menggambarkan sistem fisik,  batch processing bukan sebuah proses transaksi, adanya waktu tunda, batch processing melibatkan beberapa proses transaksi pada saat yang sama, dan hasil dari setiap transaksi tidak langsung tersedia saat transaksi sedang dimasukkan.

b.    Online
Online adalah sebagai data yang sebagai refleksi langsung diproses saat dimasukkan, pengguna biasanya hanya harus menunggu waktu yang singkat untuk jawaban (contoh: game, pengolah kata, sistem pemesanan). Pengolahan interaktif atau online mengharuskan pengguna untuk memasok input. Pemrosesan online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman. Terobosan teknologi yang memungkinkan pengolahan online adalah penyimpanan piringan magnetik. Setiap transaksi diproses pada semua file master yang berkaitan sementara data transaksi berada dalam penyimpanan primer. Manfaat dari pemrosesan online yaitu, menyediakan suatu proses kontrol lebih awal yang memungkinkan pengguna untuk input data dan mendapatkan hasil dari pengolahan data yang segera. Sedangkan kelemahannya yaitu, membutuhkan peralatan yang lebih mahal dan tidak dapat menggunakan batch kontrol.

c.    Real Time
Real time adalah sistem yang mengendalikan sistem fisik, dimana sistem ini mengharuskan komputer berespon cepat pada sistem fisik. Bisa juga sebagai mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan secara cepat sehingga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama. Sistem ini merupakan bentuk khusus dari sitem online yang diperluas kemampuannya dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik tersebut. Pada sistem real time, digunakan batasan waktu. Sistem dinyatakan gagal jika melewati batasan yang ada. Sistem real time banyak digunakan dalam bermacam-macam aplikasi seperti pada kamera, mp3 players, serta di pesawat dan mobil. Sistem ini juga sering dijumpai pada peralatan medis, peralatan pabrik, peralatan untuk riset ilmiah, dan sebagainya.

4.    Database dan DBMS

a.    Database
Menurut Kristanto (1994), database adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan, instansi dalam batasan tertentu. Bila terdapat file yang tidak dapat dipadukan atau dihubungkan dengan file yang lainnya berarti file tersebut bukanlah kelompok dari satu database, ia akan dapat membentuk satu database sendiri. Menurut Inmon (2005), database adalah sekumpulan data yang saling berhubungan dan disimpan berdasarkan suatu skema.
Menurut Connolly dan Begg (2010), database adalah kumpulan berbagai data logika terkait dan deskripsi, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi organisasi. Menurut O’Brien dan George (2010), database adalah kumpulan elemen data yang terintegrasi yang berhubungan secara logikal. Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa database adalah kumpulan data yang berhubungan secara logikal antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data dan disimpan berdasarkan suatu skema untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan oleh organisasi.

b.    DBMS
Menurut Kristanto (1994), Database Management System (DBMS) yaitu kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolaannya. Satu DBMS berisi satu koleksi data yang saling berelasi dan satu set program untuk mengakses data tersebut. Jadi, DBMS terdiri dari database dan set program pengelola untuk menambah data, menghapus data, mengambil dan membaca data. Menurut Connolly dan Begg (2010), DBMS adalah suatu sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk mendifinisikan, membuat, memelihara, dan mengontrol akses ke database.
Menurut Turban, Rainner dan Potter (2010), database management system adalah program software atau kumpulan program yang menyediakan akses ke database.  Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Database Management System (DBMS) adalah suatu kumpulan file atau program software yang saling berkaitan bersama yang menyediakan akses ke database dan memungkinkan user untuk mendefinisikan, membuat, memelihara, dan mengontrol akses ke database tersebut.

5.    Peranan Database dalam Psikologi
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Database terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dalam bidang psikologi, khususnya pada bidang Psikologi Industri dan Organisasi penggunaan database sangatlah dibutuhkan agar dapat memudahkan pihak HRD untuk melihat atau mengecek data-data yang diperlukan dari seorang pegawai atau calon pegawai diantara 1000 pegawai yang ada. Lalu, dalam ruang lingkup sekolah, database sangat dibutuhkan, terlebih lagi bagi psikolog yang mengatasi anak-anak yang sering bolos disekolah. Dengan database, dapat memudahkan psikolog untuk mencari beberapa anak yang sering bolos di sekolah dari ratusan siswa yang ada.
Kemudian, pada tes kepribadian yang terdapat di jejaring sosial seperti facebook. Misalnya seorang psikolog yang membuat tes kepribadian melalui facebook. Dia membuat pertanyaan dan jawaban terlebih dahulu sebelum tes tersebut di publish ke facebook. Dia membuat data tersebut dalam sistem database, contohnya sebuah pertanyaan mengenai pilhan warna. Setiap warna memiliki arti yang berbeda yang menggambarkan kepribadian. Dia memasukkan data mengenai berbagai macam warna beserta gambaran kepribadian berdasarkan warna tersebut. Jika sudah semua data dimasukkan kedalam sistem database dan DBMS kemudian di publish ke jejaring sosial. Jika seseorang mencoba tes kerpibadian tersebut dan telah memilih jawaban dari salah satu warna, maka data yang di dalam databse akan terpanggil dan akan muncul hasilnya yakni gambaran kepribadian dari warna yang telah dipilih oleh orang tersebut. Dan masih banyak lagi peranan database dalam bidang Psikologi maupun bidang lainnya.

SISTEM PAKAR (SP) & AI (Artificial Intelligence)




1.    Definisi SP & AI
Menurut Kristanto (1994), sistem pakar adalah program kecerdasan buatan yang menggambungkan basis pengetahuan (knowledge base) dengan mesin inferensi. Inferensi adalah suatu proses memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman yang terjadi. Menurut Turban (2010), sistem pakar adalah program komputer yang menirukan seorang pakar dengan keahlian pada suatu wilayah pengetahuan tertentu. Permasalahan yang ditangani seorang pakar jelas bukan hanya alogaritma, namun lebih dari itu seorang pakar biasanya menyelesaikan masalah yang lebih rumit dan pemahamannya sulit utuk di pahami. Sistem pakar juga demikian, bukan hanya berisi alogaritma namun juga pengetahuan dan aturan.
Menurut Martin dan Oxmon (dalam Kusrini, 2008) pada dasarnya sistem pakar diterapkan untuk mendukung aktivitas pemecahan masalah. Beberapa aktivitas pemecahan yang dimaksud antara lain: pembuatan keputusan (decision making), pemaduan pengetahuan (knowledge fusing), pembuatan desain (designing), perencanaan (planning), prakiraan (forecasting), pengaturan (regulating), pengendalian (controlling), diagnosis (diagnosing), perumusan (prescribing), penjelasan (explaining), pemberian nasihat (advising) dan pelatihan (tutoring). Sebagai contoh, dokter adalah seorang pakar yang mampu mendiagnosis penyakit yang diderita oleh pasien serta dapat memberikan penatalaksanaan terhadap penyakit tersebut. Tidak semua orang dapat mengambil keputusan mengenai diagnosis dan memberikan penatalaksanaan suatu penyakit.
Artificial Intelligence dapat pula diartikan sebagai rekayasa kecerdasan yang didasarkan pada kecerdasan manusia. Sesuai dengan kecerdasan manusia, kecerdasan buatan dicirikan dengan adanya kemampuan untuk bernalar (reasoning) dan kemampuan untuk belajar dari pengalaman di lingkungan (learning). Menurut Simon (1987), kecerdasan buatan adalah sebuah tempat sebuah penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan suatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.
Menurut Kristianto (1994), mendefinisikan kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditunjukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas  dalam sistem kecerdasan komputer. Artificial Intelligence adalah sebuah rancangan program yang memungkinkan komputer melakukan suatu tugas atau mengambil keputusan dengan meniru cara berpikir dan penalaran manusia. Artificial Intelligence yaitu, ilmu tentang pembuatan mesin yang bekerja untuk memecahkan masalah dan melakukan pekerjaan yang sulit seperti otak manusia dalam melakukan hal itu sendiri.

2.    Sejarah SP & AI
Sistem pakar merupakan program yang dapat menggantikan keberadaan seorang pakar. Alasan mendasar mengapa Expert System dikembangkan untuk menggantikan seorang pakar yaitu dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan di berbagai lokasi, secara otomatis mengerjakan tugas-tigas rutin yang membutuhkan seorang pakar, bila seorang pakar akan pensiun atau pergi, lalu menghadirkan atau menggunakan jasa seorang pakar memerlukan biaya yang mahal dan kepakaran dibutuhkan juga pada lingkungan yang tidak bersahabat (hostile environment).
Sistem pakar yang baik harus memenuhi ciri-ciri yaitu memiliki informasi yang handal, mudah dimodifikasi, dapat digunakan dalam berbagai jenis computer dan memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi. Kemampuan sistem pakar yaitu menjawab berbagai pertanyaan yang menyangkut bidang keahliannya, bila diperlukan dapat menyajikan asumsi dan alur penalaran yang digunakan untuk sampai ke jawaban yang dikehendaki, menambah fakta kaidah dan alur penalaran sahih yang baru ke dalam otaknya.
Pada sejarah artificial intelligence, awal pekerjaan dipusatkan seperti game playing (misalnya audio dengan kecerdasan dan permainan catur (chess player), pembuktian teorema (theorem proving) pada tugas-tugas formal (formal task). Tahun 1963, Samual menulis sebuah program yang diberi nama check-er-playing program, yang tidak hanya untuk bermain game tetapi juga digunakan pengalamannya pada permainan untuk mendukung kemampuan sebelumnya. Catur juga diterima, karena banyak sekali perhatian terhadap permainan catur yang merupakan permainan yang lengkap atau kompleks, program catur di sini situasinya harus seperti dunia nyata. Kandidat AI harus mampu menghadapi masalah-masalah yang rumit.
Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam Artificial Intelligence. Pada tahun 1951, program Artificial Intelligence pertama yang bekerja untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University Manchester (UK): sebuah permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus DEEP BLUE, yaitu sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapa metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS.

3.    Hubungan AI & Kognisi Manusia
Artificial intelligence atau yang disebut dengan kecerdasan buatan ini adalah ilmu yang berdasarkan proses manusia berpikir. Hal ini dapat dilihat pada cara kerja AI dan kognisi manusia dimana cara kerja kognisi manusia adalah menerima stimulus, kemudian dproses dan setelah itu akan menghasilkan respon. Dan cara kerja artificial intelligence adalah menerima input, diproses dan kemudian mengeluarkan output berupa suatu keputusan. Dengan demikian, melaui pengetahuan tentang proses berpikir dan mengetahui bagaimana untuk membuat asumsi-asumsi yang pasti tentang bagaimana cara berpikir tersebut, maka dengan asumsi-asumsi itulah para peneliti menggunakannya untuk mendesain suatu program komputer yang mempunyai kecerdasan secara buatan.
Semua proses berpikir menolong manusia untuk menyelesaikan sesuatu masalah. Pada saat otak manusia mendapat informasi dari luar, maka suatu proses berpikir memberikan petunjuk tindakan atau respon apa yang dilakukan. Hal ini merupakan suatu reaksi otomatis dan respon yang spesifik dicari untuk menyelesaikan masalah tertentu. Demikian hal nya dengan Artificial intelligence yang dibuat untuk membantu manusia untuk menyelesaikan masalahnya. Dalam proses berpikir, proses ini berhubungan dengan fakta-fakta yang sangat banyak sebelum memberikan respon atau tindakan. Selama proses, ada suatu sistem yang mengarahkan pemilihan respon yang tepat dan disebut dengan pemotongan (prunning). Proses ini mengeliminasi litasan dari berpikir yang tidak relevan dalam usaha mencapai tujuan. Jadi proses ini akan memotong setiap fakta-fakta yang tidak akan mengarah ke tujuan.
Teknik pemrograman dengan kecerdasan buatan (AI) memiliki persamaan dengan otak manusia dalam hal prosesnya. Kecerdasan buatan (AI) juga meniru proses belajar manusia dimana informasi yang baru diserap dan dimungkinkan untuk digunakan sebagai referensi pada waktu yang akan datang. Di sini, informasi yang baru dapat disimpan tanpa harus mengubah cara kerja pikiran yang dapat mengganggu fakta-fakta yang sudah ada. Sehingga, dengan kecerdasan buatan (AI) dimungkinkan untuk membuat program di mana setiap bagian dari program benar-benar independen dan di setiap bagian dari programnya seperti potongan-potongan informasi dalam otak manusia.

4.    Aplikasi Sistem Pakar
a.    ELIZA


ELIZA adalah program komputer dan sebuah contoh awal dari primitif pengolahan bahasa alami. ELIZA dioperasikan dengan mengolah tanggapan pengguna untuk script, yang paling terkenal dari yang DOKTER, simulasi dari psikoterapis Rogerian. Menggunakan hampir tidak ada informasi tentang pemikiran manusia atau emosi, DOKTER kadang-kadang memberikan interaksi mengejutkan mirip manusia. ELIZA ditulis di MIT oleh Joseph Weizenbaum antara 1964 dan 1966.
Ketika "pasien" melebihi basis pengetahuan yang sangat kecil, DOKTER mungkin memberikan respon generik, misalnya, menanggapi "Kepala saya sakit" dengan "Mengapa Anda mengatakan kepala Anda sakit?" Respon mungkin untuk "Ibu saya membenci saya" akan "Siapa lagi dalam keluarga Anda membenci Anda?" ELIZA dilaksanakan menggunakan sederhana pencocokan pola teknik, tetapi diambil serius oleh beberapa penggunanya, bahkan setelah Weizenbaum menjelaskan kepada mereka bagaimana ia bekerja. Itu salah satu yang pertama chatterbots.

b.    PARRY


PARRY ditulis pada tahun 1972 oleh psikiater Kenneth Colby, di Stanford University. PARRY berusaha untuk mensimulasikan pengidap gangguan paranoid skizofrenia. Program dilaksanakan model mentah dari perilaku penderita skizofrenia paranoid berdasarkan konsep, konseptualisasi, dan keyakinan (penilaian tentang konseptualisasi: menerima, menolak, netral). Hal ini juga diwujudkan strategi percakapan, dan dengan demikian merupakan program yang jauh lebih serius dan maju dari program sebelumnya (ELIZA).
PARRY diuji pada awal tahun 1970 dengan menggunakan variasi dari Uji Turing. Sekelompok psikiater berpengalaman dianalisis kombinasi pasien nyata dan komputer yang menjalankan PARRY melalui teleprinter. Kelompok lain dari 33 psikiater ditunjukkan transkrip percakapan. Kedua kelompok kemudian diminta untuk mengidentifikasi mana dari "pasien" yang manusia dan yang program komputer.The psikiater mampu membuat identifikasi yang benar hanya 48 persen dari waktu -. Sosok yang konsisten dengan menebak acak.

c.    NETTALK


NETTALK adalah bedasarkan jaringan-jaringan neuron dan dikembangkan oleh Terry Sejnowski. Pelatihan ditetapkan untuk NETTALK adalah basis data yang besar terdiri dari teks bahasa Inggris ditambah dengan output yang sesuai fonetik-nya, yang ditulis dalam kode yang cocok untuk digunakan dengan synthesizer pidato. Tape kinerja NETTALK di berbagai tahap pelatihan mendengarkan sangat menarik. Pada awalnya output random noise. Kemudian, bersih suara seperti itu mengoceh, dan kemudian masih seolah-olah itu adalah berbahasa Inggris double-talk (pidato yang dibentuk dari suara yang menyerupai kata dalam bahasa Inggris). Pada akhir pelatihan, NETTALK melakukan pekerjaan yang cukup baik mengucapkan teks diberikan. Selain itu, kemampuan ini generalizes cukup baik untuk teks yang tidak disajikan pada training set.

5.    Generalisasi Peranan AI dalam Bidang Psikologi
  Salah satu implementasi yang diterapkan artificial intelligence dalam bidang psikologi, yaitu untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak. Anak-anak merupakan fase yang paling rentan untuk mengalamin gangguan dan sangat perlu diperhatikan satu demi satu tahapan perkembangannya. Contoh satu bentuk gangguan perkembangan adalah conduct disorder. Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut. Dan masih banyak lagi peranan artificial intelligence dalam bidang Psikologi maupun bidang lainnya.


Daftar Pustaka
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta:  PT. Gramedia.
Connolly, T. & Begg, C. (2010). Database systems: A practical approach to design, implementation, and management, fifth edition. Boston: Pearson Education.
Djahir, Y. & Pratita, D. (2014). Bahan ajar sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Deepublish.
Fatta, H. A. (2007). Analisis & perancangan sistem informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen: Pemahaman dan aplikasi. Jakarta: PT. Gramedia.
Inmon, W. H. (2005). Building the data warehouse fourth edition. Indiana: Wiley Publishing.
Kadir, A. (2003). Pengenalan sistem informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Kristanto, H. (1994). Konsep dan perancangan database. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar menentukan faktor kepastian pengguna dengan metode kuantifikasi pertanyaan. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Laudon, K. C. & Laudon, J. P. (2008). Sistem informasi manajemen: Mengelola perusahaan digital edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.
McLeod, R. & Schell, G. P. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Salemba Empat.
O’Brien, J. A. & George M. M. (2010). Management information systems eight edition. New York: McGraw-Hill/Irwin.
Sihete, C. (2014). Sistem informasi berbasis web SLTP ST. Lucia Doloksanggul. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Simon, H. A. (1987). Sistem pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Suyanto, M. (2005). Pengantar teknologi informasi untuk bisnis. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Taufiq, R. (2013). Sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Turban, E., Rainner, R.K. & Potter, R. E. (2010). Introduction to information technology third  edition. USA: Wiley Publishing.
Wahyudi,  K. & Subando, A.M. (2001). Sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Kreativitas

2PA04_Tugas1_Kelompok 6_PENGANTAR INTERNET : Pengertian Netiquette

2PA04_Tugas 2_Kelompok 6_Pengantar Internet : Aspek Psikologis dari Individu Pengguna Internet Berdasarkan Usia