#SIP PENGANTAR SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI, ARSITEKTUR KOMPUTER, & STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

           1.      Pengertian Sistem dan Informasi
a.    Pengertian Sistem Menurut Para Ahli

Menurut Fatta (2007), sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung satu sama lain.
Menurut Gaol (2008) sistem dapat diartikan sebagai hubungan antara unit yang satu dengan unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lain dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Jogiyanto (2008) suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu kumpulan yang saling berinteraksi dan berhubungan untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan.

b.   Pengertian Informasi Menurut Para Ahli


Menurut Jogiyanto (2008) definisi dari informasi yaitu data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Menurut Djahir dan Pratita (2014) informasi merupakan suatu kesatuan yang tampak maupun tidak tampak fungsinya untuk mengurangi ketidakpastian suatu keadaan atau peristiwa di masa depan. Informasi terdiri dari data yang telah diambil dan diolah untuk tujuan informatif sebagai kesimpulan, argumen, atau dasar dalam pengambilan keputusan.
Menurut Khristianto, Supriyanto, dan Wahyuni (2015) informasi berarti data yang telah dibentuk ke dalam suatu format yang mempunyai arti dan berguna bagi manusia.
Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diolah ke dalam suatu format untuk menjadi bentuk yang lebih berguna dan sebagai pengambilan keputusan bagi manusia di masa depan.

           2.      Pengertian Sistem dan Informasi Psikologi
a.    Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli


Menurut Leitch dan Davis (dalam Jogiyianto, 2008) sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Menurut Rahmat (dalam Djahir dan Pratita, 2014) sistem informasi merupakan kegiatan atau aktivitas yang melibatkan serangkaian proses, berisi informasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Menurut Khristianto, Supriyanto, dan Wahyuni (2015) suatu sistem informasi dapat didefinisikan secara teknis sebagai satuan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan (atau mendapatkan kembali), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali dalam suatu organisasi.
Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang bertugas untuk menyiapkan laporan-laporan yang diperlukan yang berisi informasi untuk digunakan dalam pengambilan keputusan atau tujuan dalam suatu organisasi.

b.   Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli


Menurut Ruch (dalam Faizah dan Effendi, 2006) mendefinisikan psikologi sebagai ilmu tentang aktivitas perilaku dan mental.
Menurut Wade dan Tavris (2008) psikologi merupakan sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta bagaimana perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Menurut Supratman dan Mahadian (2016) psikologi adalah tentang ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan dimana dia tengah berada.
Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan kondisi mental terhadap lingkungannya

c.    Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Berdasarkan pengertian dari sistem informasi dan psikologi diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat kombinasi antara manusia dan teknologi yang bertugas untuk menyiapkan laporan-laporan yang diperlukan yang berisi informasi mengenai perilaku manusia untuk digunakan dalam pengambilan keputusan dalam suatu organisasi tertentu atau lingkungannya.

       3.      Arsitektur Komputer


Menurut Newell (dalam Sun, 2008) mengatakan bahwa istilah arsitektur kognitif adalah analogi dari istilah arsitektur komputer. Arsitektur komputer sendiri berfungsi sebagai basis fleksibel bagi programmer untuk membuat program apapun.
Menurut McLeod, Jr. dan Schell (2008) ketika seseorang memikirkan arsitektur komputer, mereka sering kali memikirkan sekumpulan prosesor komputer dan alat-alat input dan output. Inti dari sebuah komputer adalah prosesornya. Prosesor, yang dikendalikan oleh sebuah sistem operasi seperti Windows XP, mengelola alat input dan output, alat penyimpan data, dan operasi atas data. 
Menurut Kowi (2016) perkembangan teknologi telah berubah secara drastis sejak munculnya komputer pertama pada tahun 1940-an. Akan tetapi, kebanyakan komputer saat ini masih menggunakan arsitektur komputer yang diusulkan oleh John Von Neumann pada tahun 1940-an, yakni arsitektur Von Neumann. Arsitektur Von Neumann menggambarkan komputer dengan empat bagian utama yakni, unit aritmatika dan logika (AlU), unit kontrol, penyimpanan atau memori, dan alat masukan dan alam keluaran atau hasil. Keterhubungan setiap bagian komputer adalah melalui berkas kawat (bus).
Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer merupakan sebuah basis yang fleksibel bagi programmer untuk membuat program apapun yang terdiri dari sekumpulan prosesor komputer, dan alat-alat input dan output. Arsitektur komputer menurut Van Neumann juga terdiri dari unit aritmatika dan logika, unit kontrol, penyimpanan atau memori, dan alat masukan dan alam keluaran atau hasil.

           4.      Struktur Kognisi Manusia


Menurut Tomasello dan Call (1997) struktur kognisi manusia adalah bentuk khusus dari kognisi primata pada beberapa cara. Mereka telah mencoba untuk menguranginya ke satu cara dan perputarannya, hasil akhirnya adalah bahwa kognisi primata beralih dari usaha individu ke usaha budaya (kolektif sosial).
Menurut Spector, Merrill, Merrienboer, dan Driscoll (2008) kognisi manusia telah terlibat dalam hal mengasimilasi, memproses, dan menggunakan informasi untuk mengarahkan tindakan manusia. Ini merupakan contoh dari sistem pengolahan informasi di alam yang merupakan kelas sistem pengolahan informasi yang bisa ditemukan secara alami.
Menurut Phillips (2014) teori beban kognitif menggunakan pengetahuan tentang arsitektur kognitif manusia untuk menghasilkan prosedur pembelajaran. Pada gilirannya, struktur arsitektur kognitif manusia didasarkan pada prinsip biologis dan evolusioner.
Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah bentuk khusus dari kognisi primata yang terlibat dalam hal mengasimilasi, memproses, dan menggunakan informasi untuk mengarahkan tindakan manusia yang didasarkan pada prinsip biologis dan evolusioner.

      5.      Kaitan Antara Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia


Bedasarkan beberapa pengertian dari arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia diatas maka dapat dilihat keterkaitan diantara keduanya. Sebenarnya, arsitektur komputer dengan struktur kognisi manusia memiliki bentuk proses yang hampir sama yaitu, sama dalam hal untuk memproses informasi atau data yang masuk.
Pada manusia, informasi masuk melalui otak sedangkan dalam komputer informasi yang masuk tersebut biasa disebut dengan input.
           Lalu, setelah informasi tersebut masuk ke dalam otak manusia kemudian otak akan memproses informasi yang masuk tersebut secara kognitif sedangkan pada komputer hal tersebut biasa disebut dengan storage. Kemudian, ketika manusia ingin mengeluarkan informasi tersebut maka akan diproses oleh kognisi atau otak sedangkan dalam komputer hal tersebut biasa disebut dengan output. Arsitektur komputer sendiri merupakan hasil dari kreativitas manusia dengan menggunakan kognisinya dalam menciptakan arsitektur komputer. Sehingga, antara arsitektur komputer dengan struktur kognisi manusia akan saling terkait satu sama lain.

  6.  Kelebihan dan Kelemahan dari Arsitektur Komputer bila Dibandingkan dengan Struktur Kognisi Manusia



               a.    Kelebihan dari Arsitektur Komputer Dibandingkan dengan Struktur Kognisi Manusia
1.   Arstitektur komputer dapat mengerjakan suatu tugas misalnya dalam hal operasi matematika dan logika dengan sangat cepat.
2.     Dapat menghemat waktu lebih banyak karena arsitektur komputer dapat mengerjakan suatu tugas dengan sangat cepat.
3.    Arsitektur komputer dapat mengerjakan sesuatu dengan jumlah yang sangat besar secara sekaligus dalam waktu yang singkat.
4.     Arsitektur komputer memiliki memori penyimpanan yang cukup besar dan memiliki jumlah prosesor lebih dari satu yang bisa digunakan oleh banyak pengguna sehingga dapat membantu pekerjaan manusia agar lebih mudah dan cepat.

b.   Kelemahan dari Arsitektur Komputer Dibandingkan dengan Struktur Kognisi Manusia
1.       Arsitektur komputer membutuhkan biaya yang cukup mahal untuk memilikinya karena arsitektur komputer merupakan sebuah mesin yang dibuat oleh manusia.
2.   Dalam penggunaannya, arsitektur komputer pasti mengandung beberapa error didalamnya apalagi jika sudah digunakan dalam waktu yang lama.
3.   Arsitektur komputer memiliki bentuk yang cukup besar dan berat sehingga membutuhkan lebih banyak ruang dan membutuhkan daya listrik yang cukup besar untuk menggunakannya.
4.    Dalam pengeoperasiannya, arsitektur komputer hanya berdasarkan pada aturan-aturan yang telah dibuat dan tidak melalui emosi seperti manusia.


Daftar Pustaka

Djahir, Y. & Pratita, D. (2014). Bahan ajar sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Deepublish.

Faizah & Effendi, L. M. (2006). Psikologi dakwah edisi pertama. Jakarta: Prenamedia Group.

Fatta, H. A. (2007). Analisis & perancangan sistem informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen: Pemahaman dan aplikasi. Jakarta:  Grasindo.

Jogiyanto, HM. (2008). Analisis & desain sistem informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Khristianto, W., Supriyanto, T. & Wahyuni, S. (2015). Sistem informasi manajemen: Pendekatan sosioteknik. Jember: Penerbitan UNEJ.

Kowi, E. M. (2016). Dasar-dasar pemrograman pascal (catatan kuliah #1). Bekasi: Guepedia.

McLeod, Jr. R. & Schell, G. P. (2008). Sistem informasi manajemen, edisi 10. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Phillips, D. C. (2014). Encyclopedia of educational theory and philosophy. USA: Sage Publications, Inc.

Spector, J.M., Merrill, M. D., Merrienboer, J. V. & Driscoll, M. P. (2008). Handbook of research on educational communications and technology, third edition. New York: Lawrence Erlbaum Associates.

Sun, R. (2008). The cambridge handbook of computational psychology. New York: Cambridge University Press.

Supratman, L. P. & Mahadian, A. B. (2016). Psikologi komunikasi. Yogyakarta: Deepublish.

Tomasello, M. & Call, J. (1997). Primate cognition. New York: Oxford University Press, Inc.

Wade, C. & Tavris, C. (2008). Psikologi edisi ke-9 jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Kreativitas

2PA04_Tugas1_Kelompok 6_PENGANTAR INTERNET : Pengertian Netiquette

2PA04_Tugas 2_Kelompok 6_Pengantar Internet : Aspek Psikologis dari Individu Pengguna Internet Berdasarkan Usia